09/07/14

SEBAGAI PESEPAKBOLA




Persela Lamongan: pulang kampung

Gue Lahir di Rotterdam18-08-1981
Nama gue Louis van Asijari a.k.a Lutfi Asyari
Bapak gue Belanda tapi emak Jawa, jadi gue blasteran. gue lahir di Belanda, cuma numpang lahir doank abis itu gue diboyong balik ke Indonesia tepatnya ke Lamongan karena emak gue gak betah tinggal di Belanda alasannya susah kalo lagi pengen makan Pecel Lele sama Soto Lamongan, gak ada yang jual. Karena urusan pekerjaan bapak gue terpaksa balik lagi dan menetap di belanda sedangkan emak tetep di indonesia, gue akhirnya ikut lagi bapak ke belanda, disekolahkan juga disana, sesekali kalo libur gue pulang ke indonesia. Sedari kecil Bakat akan sepakbola gue emang banyak menurun dari bapak gue, yang mana bapak gue adalah mantan penonton sepakbola sejati, dari berbagai ajang kompetisi sepakbola sudah pernah dia rasakan, dari liga amatir di belanda sampai liga Eredivise (liga utama di belanda), di level Liga Champion Eropa sampai gelaran Piala Dunia juga, tentunya sebagai penonton sepakbola.

Setelah pindah ke Belanda gue minta bapak untuk dimasukin ke SSB setempat, akhirnya gue ikut seleksi dan diterima di akademi Varkenoord (akademi sepakbola Feyenord) karena memang gue di Indonesia sebelumnya sudah masuk di SSB Resco Sawunggaling dan dari situlah karir sepakbola gue dimulai. Tidaklah mudah bisa menembus tim inti, karena disana sangatlah ketat dan harus kerja keras. Selama tiga tahun berlatih disana akhirnya gue di promosikan ke tim senior oleh pak Leo Beenhakker setelah tiga kali juara di level junior.

-FEYENORD ROTTERDAM
1998-2002

bersama feyenoord junior

Feyenoord Rotterdam, thanks pak Leo Beenhakker

Dimusim pertama gue hanya tampil 2 kali, sekali sebagai pemain pengganti dan starting pada laga terakhir musim itu dan kami keluar sebagai juara Eredivise , Alhamdulillah paling tidak gue bisa kecipratan rasanya juara walau minim tampil, gak masalah kesempatan masih panjang, Dilanjut dengan meraih Johan Cruijft Schaal. Dimusim-musim berikutnya gue akhirnya lebih sering tampil sebagai starting klub yang bermarkas di De Kuip tersebut. Dimusim terakhir bersama Feyenoord, pak Bert van Marwijk berhasil menyabet Piala UEFA, akhirnya yang cukup manis sebelum akhirnya gue hengkang. Selama 4 musim berseragam Feyenoord gue tampil sebanyak 67 caps dan mengemas 15 Gol.

merayakan gol bersama John Dahl Tomasson
juara Joan Cruiff Schaal

jelang kick off final piala UEFA 2002 lawan Borussia Dortmund

gue dan Van persie, andalan Feyenoord
gue dan van Hoiijdonk, we are the champion

-JAPAN-Yokohama F Marinos
2002-2003

semusim di negeri Sakura




Setelah memutuskan untuk dipinjamkan selama semusim ke J-League bersama Yokohama F Marinos. Sebenarnya gue betah betah aja tinggal di Jepang selain suka makanannya dan ABG nya yang kinyis-kinyis, karena ada masalah dengan pihak manajemen karena gue emang sering ngantukan waktu latihan, pihak klub tidak mempermanenkan status gue, walaupun tampil cukup menjanjikan dengan berhasil merengkuh trofi Divisi 1 J-League. Tampil sebanyak 30 caps dan 5 Gol dengan berat hati gue tinggalkan negeri Sakura. Bye jepang bye Miyabi..Eh.

IKUT MERASAKAN JUARA

OHAYOU YOKOHAMA



-INGGRIS- Liverpool FC
2003-2006

Community Shield 2006, mimpi yang terlalu manis

Tak disangka, seperti mimpi yang jadi kenyataan. Liverpool, klub idaman gue sejak masih umur 3 bulan dalam kandungan. Memberikan tawaran kontrak, tak disangka-sangka. tanpa mandi wajib terlebih dahulu gue tanda tangani kontrak itu. Deal dan gue jadi pemain Liverpool FC. Semasa di Liverpool adalah masa terindah dalam karir gue, ternyata LFC memang sudah memantau gue sejak masih berseragam Feyenord. Bermain di Anfield terasa menemukan rumah gue lagi, semakin bersinar aja, gue diberi kepercayaan penuh oleh pak Gerard Houllier maupun era pak Rafa Benitez dan itu tidak gue sia-siakan bersanding dengan sang kapten Steven Gerrard. Puncaknya saat menyabet gelar jawara Liga Champion Eropa mengalahkan raksasa Italia AC Milan secara dramatis, hal itulah paling mengesankan bagi gue maupun semua orang cieee... Pas lagi cinta cintanya gue sama liverpool, godaan lain datang dari negeri Matador, raksasa. Real Madrid rela merogoh kocek dalam dalam demi mendapatkan tanda tangan gue, memang sebelumnya santer diberitakan media media bahwa Real Madrid ingin memboyong gue, dengan banderol cukup fantastis 65 Juta Poundsterling gue diboyong ke Bernabeu. Tiga musim bersama The Reds 106 caps dan 36 gol.

juara piala FA 2005, real The reds

gue dan sang kapten Steven Gerrard, membuat sebuah keajaiban

piala Super Eropa 2006, we are King of Europe



SPANYOL- REAL MADRID 2006-2010


REAL MADRID, MELANJUTKAN MIMPI

Emang Madrid itu gak bisa liat pemain bagus, bersinar dikit pengennya diboyong, siapa sih yang gak tergiur tawaran tim sekelas Real Madrid, seusai Piala Dunia di Jerman gue angkat Koper dari Anfield ke Santiago Bernabeu. Serasa di mimpi lagi gue bisa berkesempatan berfoto selfie bareng David Beckham dan Raul Gonzales sepuasnya, sewaktu muda gue cuma bisa nempel poster mereka di dinding kamar gue, Sayang mas Zidane baru aja pensiun bulan lalu. Di Madrid memanglah sangat menyenangkan tapi akan tekanan juga begitu kuat, ditengah ketenaran banyak produk melirik gue jadi bintang iklan mereka, dari produk sosis sampe sampo. Selama empat musim berbaju Los Merengues gelar liga domestik tak mampu memenuhi expectasi pak presiden klub, maunya gelar Liga champion, diakhir musim gue lebih banyak menghangatkan bangku cadangan karena menderita cidera, keadaan semakin parah dengan kedatangan Ricardo kaka dan bintang baru Cristiano Ronaldo. Mau tidak mau gue dijual ke klub lain demi memenuhi ambisi pak presiden baru Florentino Perez untuk membentuk Los Galacticos jilid 2.


menggantikan David Beckham

Arjen robben dan gue, dulu lawan kini kawan.

merayakan gol bersama Ramos dan Carlos, juara La Liga 2007


ITALIA- JUVENTUS 2010-2012


bersama Alex Del piero dkk, persembahan terakhir untuk Nyonya Tua

Seria A begitu menggoda saat gue muda akhirnya kini bisa mencicipi kancah serie A, bersama si Nyonya Tua sebuah Scudetto Serie-A. Bisa diraih tapi badai cedera menjadi momok saat membela klub yang bermarkas di Juventus Stadium tersebut. Lagi lagi sebagai penghangat bangku cadangan dan susah mendapatkan tempat di Squad utama disamping itu mulai banyak tawaran untuk Pulang Kampung, bermain di indonesia.

Persib Bandung. 2013 dan Persela Lamongan  2014 hingga sekarang




bersama Persib Bandung, harus puas dengan Runner up ISL


Akhirnya gue resmi belabuh di klub kota Kembang Persib Bandung, hanya semusim membela Bobotoh, gue putuskan untuk berlabuh ke kampung halaman gue, Laskar joko Tingkir menjadi pelabuhan terakhir gue hingga saat ini
Supaya lebih punya banyak waktu sama Emak dan keluarga. i miss you Soto Lamongan.

TIMNAS INDONESIA 2002 - ....

Timnas Indonesia, kupilih Garuda di dada ku

Saat berhasil menjadi membawa Feyenoord juara piala UEFA gue pun dilirik oleh dua tim Nasional gue jadi rebutan antara membela negaranya bapak atau negaranya Emak gue. Karena gue sempat dipanggil untuk memperkuat tim nasional Belanda U17, walaupun belum pernah tampil. Bisa saja saat itu gue lebih memilih belanda tapi ibu gue mau kalo gue lebih baik membela Indonesia saja, dia akan bangga kalo gue main untuk Tim nasional Garuda, akhirnya Garuda ada di Dadaku jadi pilihanku. Karir di timnas tidak semulus dengang prestasi yang gue raih di level klub, puncak saat piala AFF suzuki cup 2010 harus puas sebagai Runner Up kalah dari tetangga, Malaysia.

pelatnas piala Asia 2007

piala AFF 2012, bisa jadi saat terakhir membela Merah Putih

friendly match Indonesia vs Belanda, reuni Real Madrid dengan Robben

van Persie dan gue, reuni Feyenoord

pahlawan, akhirnya kandas di Final AFF 2010



0 komentar:

Archives

Lutfi Are. Diberdayakan oleh Blogger.