 |
| Persela Lamongan: pulang kampung |
Gue Lahir di
Rotterdam18-08-1981
Nama gue Louis van Asijari a.k.a Lutfi Asyari
Bapak gue Belanda tapi emak Jawa, jadi gue blasteran. gue lahir di
Belanda, cuma numpang lahir doank abis itu gue diboyong balik ke
Indonesia tepatnya ke
Lamongan karena emak gue gak betah tinggal di
Belanda alasannya susah kalo lagi pengen makan
Pecel Lele sama
Soto Lamongan, gak ada yang jual. Karena urusan pekerjaan bapak gue terpaksa
balik lagi dan menetap di belanda sedangkan emak tetep di indonesia, gue
akhirnya ikut lagi bapak ke belanda, disekolahkan juga disana, sesekali
kalo libur gue pulang ke indonesia. Sedari kecil Bakat akan sepakbola
gue emang banyak menurun dari bapak gue, yang mana bapak gue adalah
mantan penonton sepakbola sejati, dari berbagai ajang kompetisi
sepakbola sudah pernah dia rasakan, dari liga amatir di belanda sampai
liga Eredivise (liga utama di belanda), di level Liga Champion Eropa
sampai gelaran Piala Dunia juga, tentunya sebagai penonton sepakbola.
Setelah pindah ke Belanda gue minta bapak untuk dimasukin ke SSB
setempat, akhirnya gue ikut seleksi dan diterima di akademi
Varkenoord
(akademi sepakbola Feyenord) karena memang gue di Indonesia sebelumnya
sudah masuk di SSB Resco
Sawunggaling dan dari situlah karir sepakbola
gue dimulai. Tidaklah mudah bisa menembus tim inti, karena disana
sangatlah ketat dan harus kerja keras. Selama tiga tahun berlatih disana
akhirnya gue di promosikan ke tim senior oleh pak
Leo Beenhakker setelah
tiga kali juara di level junior.
-FEYENORD ROTTERDAM
1998-2002
 |
| bersama feyenoord junior |
 |
| Feyenoord Rotterdam, thanks pak Leo Beenhakker |
Dimusim pertama gue hanya tampil 2 kali, sekali sebagai pemain pengganti
dan starting pada laga terakhir musim itu dan kami keluar sebagai juara
Eredivise , Alhamdulillah paling tidak gue bisa kecipratan rasanya juara
walau minim tampil, gak masalah kesempatan masih panjang, Dilanjut
dengan meraih
Johan Cruijft Schaal. Dimusim-musim berikutnya gue
akhirnya lebih sering tampil sebagai starting klub yang bermarkas di
De Kuip tersebut. Dimusim terakhir bersama Feyenoord, pak
Bert van Marwijk
berhasil menyabet
Piala UEFA, akhirnya yang cukup manis sebelum akhirnya
gue hengkang. Selama 4 musim berseragam Feyenoord gue tampil sebanyak 67 caps dan mengemas 15 Gol.
 |
| merayakan gol bersama John Dahl Tomasson |
 |
| juara Joan Cruiff Schaal |
 |
| jelang kick off final piala UEFA 2002 lawan Borussia Dortmund |
 |
| gue dan Van persie, andalan Feyenoord |
 |
| gue dan van Hoiijdonk, we are the champion |
-JAPAN-
Yokohama F Marinos
2002-2003
 |
| semusim di negeri Sakura |
Setelah memutuskan untuk dipinjamkan selama semusim ke
J-League
bersama Yokohama F Marinos. Sebenarnya gue betah betah aja tinggal di
Jepang selain suka makanannya dan ABG nya yang
kinyis-kinyis, karena ada
masalah dengan pihak manajemen karena gue emang sering
ngantukan waktu
latihan, pihak klub tidak mempermanenkan status gue, walaupun
tampil cukup menjanjikan dengan berhasil merengkuh trofi Divisi 1 J-League.
Tampil sebanyak 30 caps dan 5 Gol dengan berat hati gue tinggalkan
negeri Sakura. Bye jepang bye Miyabi..Eh.
 |
| IKUT MERASAKAN JUARA |
 |
| OHAYOU YOKOHAMA |
-INGGRIS-
Liverpool FC
2003-2006
 |
| Community Shield 2006, mimpi yang terlalu manis |
Tak disangka, seperti mimpi yang jadi kenyataan. Liverpool, klub idaman
gue sejak masih umur 3 bulan dalam kandungan. Memberikan tawaran kontrak, tak disangka-sangka. tanpa mandi
wajib terlebih dahulu gue tanda tangani kontrak itu. Deal dan gue jadi
pemain Liverpool FC. Semasa di Liverpool adalah masa terindah dalam karir gue, ternyata LFC
memang sudah memantau gue sejak masih berseragam Feyenord. Bermain di
Anfield terasa menemukan rumah gue lagi, semakin bersinar aja, gue diberi
kepercayaan penuh oleh pak
Gerard Houllier maupun era pak
Rafa Benitez
dan itu tidak gue sia-siakan bersanding dengan sang kapten Steven
Gerrard. Puncaknya saat menyabet gelar jawara
Liga Champion Eropa mengalahkan
raksasa Italia AC Milan secara dramatis, hal itulah paling mengesankan
bagi gue maupun semua orang cieee... Pas lagi cinta cintanya gue sama
liverpool, godaan lain datang dari negeri Matador, raksasa. Real Madrid
rela merogoh kocek dalam dalam demi mendapatkan tanda tangan gue, memang
sebelumnya santer diberitakan media media bahwa Real Madrid ingin
memboyong gue, dengan banderol cukup fantastis 65 Juta Poundsterling gue
diboyong ke
Bernabeu. Tiga musim bersama The Reds 106 caps dan 36 gol.
 |
| juara piala FA 2005, real The reds |
 |
| gue dan sang kapten Steven Gerrard, membuat sebuah keajaiban |
 |
| piala Super Eropa 2006, we are King of Europe |
SPANYOL- REAL MADRID 2006-2010
 |
| REAL MADRID, MELANJUTKAN MIMPI |
Emang Madrid itu gak bisa liat pemain bagus, bersinar dikit pengennya
diboyong, siapa sih yang gak tergiur tawaran tim sekelas Real Madrid, seusai
Piala Dunia di Jerman gue angkat Koper dari Anfield ke Santiago
Bernabeu. Serasa di mimpi lagi gue bisa berkesempatan berfoto
selfie
bareng David Beckham dan Raul Gonzales sepuasnya, sewaktu muda gue cuma
bisa nempel poster mereka di dinding kamar gue, Sayang mas Zidane baru
aja pensiun bulan lalu. Di Madrid memanglah sangat menyenangkan tapi
akan tekanan juga begitu kuat, ditengah ketenaran banyak produk melirik gue
jadi bintang iklan mereka, dari produk sosis sampe sampo. Selama empat
musim berbaju Los Merengues gelar liga domestik tak mampu memenuhi
expectasi pak presiden klub, maunya gelar Liga champion, diakhir musim
gue lebih banyak menghangatkan bangku cadangan karena menderita cidera,
keadaan semakin parah dengan kedatangan Ricardo kaka dan bintang baru
Cristiano Ronaldo. Mau tidak mau gue dijual ke klub lain demi memenuhi
ambisi pak presiden baru
Florentino Perez untuk membentuk Los Galacticos
jilid 2.
 |
| menggantikan David Beckham |
 |
| Arjen robben dan gue, dulu lawan kini kawan. |
 |
| merayakan gol bersama Ramos dan Carlos, juara La Liga 2007 |
ITALIA- JUVENTUS 2010-2012
 |
| bersama Alex Del piero dkk, persembahan terakhir untuk Nyonya Tua |
Seria A begitu menggoda saat gue muda akhirnya kini bisa mencicipi
kancah serie A, bersama
si Nyonya Tua sebuah
Scudetto Serie-A. Bisa diraih tapi badai
cedera menjadi momok saat membela klub yang bermarkas di Juventus Stadium
tersebut. Lagi lagi sebagai penghangat bangku cadangan dan susah
mendapatkan tempat di Squad utama disamping itu mulai banyak tawaran
untuk Pulang Kampung, bermain di indonesia.
Persib Bandung. 2013 dan
Persela Lamongan 2014 hingga sekarang
 |
| bersama Persib Bandung, harus puas dengan Runner up ISL |
Akhirnya gue resmi belabuh di klub kota Kembang Persib Bandung, hanya
semusim membela Bobotoh, gue putuskan untuk berlabuh ke kampung halaman
gue, Laskar joko Tingkir menjadi pelabuhan terakhir gue hingga saat ini
Supaya lebih punya banyak waktu sama Emak dan keluarga. i miss you Soto Lamongan.
TIMNAS INDONESIA 2002 - ....
 |
| Timnas Indonesia, kupilih Garuda di dada ku |
Saat berhasil menjadi membawa Feyenoord juara piala UEFA gue pun dilirik
oleh dua tim Nasional gue jadi rebutan antara membela negaranya bapak
atau negaranya Emak gue. Karena gue sempat dipanggil untuk memperkuat
tim nasional Belanda U17, walaupun belum pernah tampil. Bisa saja saat
itu gue lebih memilih belanda tapi ibu gue mau kalo gue lebih baik
membela Indonesia saja, dia akan bangga kalo gue main untuk Tim nasional
Garuda, akhirnya Garuda ada di Dadaku jadi pilihanku. Karir di timnas tidak semulus
dengang prestasi yang gue raih di level klub, puncak saat piala AFF suzuki cup 2010 harus puas sebagai Runner Up kalah dari tetangga, Malaysia.
 |
| pelatnas piala Asia 2007 |
 |
| piala AFF 2012, bisa jadi saat terakhir membela Merah Putih |
 |
| friendly match Indonesia vs Belanda, reuni Real Madrid dengan Robben |
 |
| van Persie dan gue, reuni Feyenoord |
 |
| pahlawan, akhirnya kandas di Final AFF 2010 |
0 komentar:
Posting Komentar