04/11/13

Jumat Bersih




Berhubung hari ini adalah jumatJadi ini adalah waktu yang tepat untuk bebersih diri.Tinggal beberapa menit lagi sebelum terdengar suara adzan dari masjid raya untuk sholat jumat.Maka Dengan segera kuputuskan untuk mandiTapi seketika terlintas dipikiran setelah ku garuk garuk kepala saat rambut ini terasa gatal, ah Nanti sekalian keramas mumpung hari jumat. Saat itu juga gue baru sadar bahwa kemaren gue ingin potong rambut tapi lupa hingga tertunda hingga hari ini.Tanpa pikir panjang mumpung masih ada waktu gue langsung cabut ke pasar Karya Nugraha letaknya tidak jauh dari rumah gue, maaf bukannya mau belanja tapi cari pangkas rambut yang buka dihari jumat sekalian sehabis potong rambut langsung mandi plus keramas, letak pangkas rambut ini banyak dijumpai di sekitar pasar Karya Nugraha ditempat gue belanja tiap pagi.Gue masuk di salah satu pangkas ramput yang ada di depan pasar, setahu gue pangkas rambut ini masih baru dibuka karena gue cukup hafal daerah pasar ini secara tiap hari gue pergi ke pasar untuk belanja. FYI hari gue lagi gak mood untuk biacara, ya bicara secukupnya. Setelah Masuk gue langsung duduk dikursi depan kaca tak lama setelah gue siap dipangkas rambut gue, si tukang pangkas rambut menunjuk gambar poster model model rambut TOP Collections kemudian gue pun menunjuk salah satu gambar dan dia memastikan gambar yang gue tunjuk kemudian gue mengangguk. Selama proses pemangkasan rambut, gue secara gak langsung gue cuma jawab pake isyarat saat ditanya sama tukang pangkas rambut yang mana dia juga saat bertanya cuma pakai isyarat. Pertanyaan seperti harus dibiarkan memanjang atau dipangkas? Sudah pas atau kurang tipis? Pake gunting yang ini atau tidak? Dan gue baru sadar kalo tukang pangkas rambut ini tunawicara, untungnya gue gak mood ngomong hari bisa dibayangkan tadi gue harus ber-Rumitisasi dengan si tukang pangkas. jadi saat rambut gue selesai dipangkas dan gue tanya berapa ongkosnya?Dia menjawab hanya dengan isyarat mengacungkan jari telunjuk bahwa itu satu kemudian merenggangkan kelima jarinya bahwa itu lima berarti lima belas (ribu). Setelah gue bayar gue segera pergi tapi sebelum gue beranjak pergi gue ditarik sama si tukang pangkas rambut, gue menoleh dan dengan cepat dia menjabat tangan gue sambil terseyum dengan semangat menunjukkan bahwa di berterima kasih, gue pun membalas dengan senyum dan mengangguk. Tiba tiba entah apa yang membuat gue jadi bersemangat lagi, bisa jadi gara gara rasa terima kasih si tukang pangkas tadi, pokoknya apapun itu Thanks ya Allah.

0 komentar:

Archives

Lutfi Are. Diberdayakan oleh Blogger.