03/08/13

MAAF SAYA MEMALUKAN



Seusai memenuhi panggilan di waktu magrib sebagai kebutuhan rohani sejenak ku duduk bersandar di salah satu tiang dalam masjid dengan lamunan kosong, ingin rasanya lupakan hiruk pikuk urusan duniawi walau hanya beberapa saat yang tak ada habisnya sambil menerawang ke atas langit langit yang begitu indah penuh hiasan kaligrafi asma Allah SWT yang berwarna warni, sekelebat pandanganku tertuju pada seorang hawa dari seberang pada saf perempuan
Sosok itu terlihat begitu khusyuk dan tenang, selama memandang mata ini serasa enggan untuk mengalihkan pandangan darinya, berdiri dengan tegak melaksanakan ibadah sunnah diantara jamaah lain yang yang hendak pulang dan sekedar duduk meluruskan kaki, wajahnya tampak cukup jelas walau dengan pandangang ke arah sujud dan merendah, cukup manis. sungguh beruntung seorang laki laki yang peroleh perhiasan seindah dia dalam batinku, ah sudahlah jikalau memang nanti memang Allah menghendaki pasti juga dipertemukan harapku dalam yang hati sambil tersenyum sendiri kemudian kulanjutkan lagi merenung, merenung dan merenung.

                 ...

Akhirnya akupun mengakhiri lamunan tak jelas dan begegas pulang. Sesampainya didepan teras masjid sementara ku cari cari sendal diantara banyak sendal dimana tadi aku menaruhnya. Akhirnya ketemu bergegas pulang tapi dari arah pintu keluar jamaah perempuan seseorang datang menuju kemari, seorang perempuan yang...
Aku kenal bukan pernah lihat. Tadi didalam masjid saat aku melamun tak jelas. Iyah masih jelas teringat dalam ingatan garis wajahnya. Yakin dengah sepenuh hati bahwa ini adalah dia. Ternyata memang.. Cantik
Walaupun tertutup rapat oleh hijab tapi tak cukup rapat menutupi kecantikan yang terpancar dari dalam. Dengan pandangan rendah dia berjalan semakin mendekat ke arahku dimana aku terpaku mengagumi ciptahan Tuhan yang begitu indah saat petang ini. Hasrat dalam dalam hati ingin rasanya mengenalnya

'Oke aku pasti berani' gumamku

Di beralalu saja didepanku dan aku terpaku, seketika aku tersadar dengan segera ku ikuti langkah perempuan tadi yang tampak begitu ingin bergegas pulang sambil menenteng mukena di lengan kirinya. Aku berjalan beringan dengannya kemudian kudahului dan ku cegat di depanya. Dia berhenti dan tidak kaget melihat ku. Suasana hening sejenak. Kuberanikan diri untuk bicara

'Maaf mbak,, kenalan ya'

sambil ku ulurkan tanganku, suasana hening kembali hingga beberapa detik. Gue deg deg kan dan mulai salah tingkah. Dia menatap wajah ku kemudian merendahkan lagi pandangannya, dia tampak bingung untuk menjawab.

'Maaf saya memalukan'

jawabnya pelan dengan wajah agak menyesal yang terlihat sebagian dari jilbab magenta, wajah itu semakin merendahkan pandangan dengan pipi yang merona tapi dengan raut muka kebingungan. Dalam pikiranku Jawaban yang membingungkan, akupun tak mengerti apa maksudnya dari jawaban tersebut, dengan segera ia pun langsung saja pergi begitu saja dan menghilang dari pandanganku, aku hanya bisa bengong melihatnya pergi...

0 komentar:

Archives

Lutfi Are. Diberdayakan oleh Blogger.