"jalan mu masih panjang, duri yg menghalangi tak hanya satu dua saja yang membuat dirimu jauh berubah" sepenggal kata yang akan dan seterusnya menjadi buah pikiranku, yang terucap dari bibir seorang guru yang begitu inspirational bagiku,sebutlah pak muchtar.
tinggi berkulit hitam itulah ciri khas darinya, kita tinggal di sebuah yayasan pendidikan milik seorang pengusaha,pondok pesantren sabilillah di kec sukodadi lamongan.
hawa dingin di subuh hari tak bisa menghentikan langkahnya untuk berjihad, sesekali terdengar suara pintu tertutup keras serta hentakan batuk yang khas dari kejauhan mulai mendekat menghampiri aku dan teman-teman yang lain, itu adalah sebuah prtanda bahwa waktunya menjlankan sholat subuh, tanpa ada pikiran langsung bangun seketika jika tak mau gemuruh batu kerikil menghujani seluruh isi kamar seakan hujan meteor. beliau dari keluarga orang pesisir yang berwatak keras, tapi di balik fisik dan watak beliau yang keras terselip hati yang lembut dan penyayang dan ramah serta humor yang tinggi bagus itulah beliau begitu di senangi oleh para muridnya.
yang ber-kharisma dari beliau ialah bisa bersahabat dengan siapa saja, teringat kala sore hari beliau sering bermain bola voli bersama para murid, tak sekedar main beliau juga mahir, bercanda gurau bersama kami tapi kami tetep menghormati beliau.di lain waktu, ketika sedang mengajar beliau begitu disiplin,tepatnya mengjar mengaji waktu subuh di masjid jika tiada memperhatikan siap dapat marah serta pukulan sajadahnya.
masa-masa suka dan duka banyak aku dan teman-teman murid lainnya telah terlewati, berbagai macam pelajaran yang ia telah tuturkan, macam macam narah beliau telah ku rasakan begitu juga kasih sayang dan kelembutan hati yang ia curahkan, semuanya ada dan telah aku dapatkan dari beliau.
sudah tiga tahun aku menginjakkan kakiku di tanah ponpes sabilillah ini, waktuku sudah menanti, beliau berkata "tolong tiggallah disini, yang baik disini bisa dihitung,kamu dan beberapa yang lainnya",maaf,"aku tidak bisa pak"jawabku. dalam hati aku mengerti perasaan beliau, ia takut jika hal yang buruk akan menimpaku,tapi akan lebih buruk lagi jika aku akan terus berada disini.
empat tahun sesudah itu, sosok beliau tetap menjadi inspirasi dan motivasi serta ilmu beliau yg telah diajarkan kepadaku,dan sepenggal kata yang akan dan seterusnya menjadi buah pikiranku, yang terucap dari bibir seorang guru yang begitu inspirational bagiku,pak muchtar,he is my motivator,he is my inspirations and he is hero.
by:lutfi asyari

0 komentar:
Posting Komentar